Teknik Motocross 2

Ketika Di Atas Motor
Ketika berada di atas motor dengan mesin belum dibunyikan ada beberapa  hal yang perlu diperhatikan, yakni :   
   
Rem.
Ada tiga hal penting mengenai rem ini yaitu; jangan menekan rem  secara penuh sekaligus, gunakan rem pada sat mesin vertikal, jika  memungkinkan gunakan mesin untuk memperlambat dan gunakan rem depan  serta rem belakang secara bersamaan. Posisi ketika menggunakan rem ialah  menjepit tangki dengan kedua lutut. Luruskan tangan dan arahkan tubuh  ke belakang sedikit, angkat sedikit pinggul dan jok supaya pusat titik  berat berpindah ke belakang.  
 
Mengendalikan Kopling.
Satu hal yang harus diingat untuk  mengendalikan kopling adalah membebaskan cepat kopling dan memasukkan  perseneling dengan gerakan yang cepat.  
   
Ganti Perseneling. 
Usahakan untuk selalu mengganti perseneling  secara mulus. Ini membutuhkan koordinasi antara gas dan kopling kontrol.  Pergantian gigi perseneling yang mulus akan melindungi transmisi.
     
Kontrol Gas. 
Dalam keadaan normal, pengaturan gas perlu dilakukan  secara mulus. Kalau dengan gerakan yang tersentak-sentak dapat  mengakibatkan tergelincir atau hilang keseimbangan.  

Cara Start  
Sorongkan berat badan dan miringkan ke depan. Bila sudah jalan, usahakan  badan agak didorong ke belakang. Bila akan memasuki jalan rusak atau  berlumpur dan berpasir maka harus berdiri dengan menjepit tangki.  Jangan lupa bahwa pada waktu berdiri di pedal, kaki adalah yang  menunjang. Namun stang tidak diberatkan oleh badan. Genggam saja stang  secara ringan. Bila terlalu menegangkan bahu dan lengan akan sulit untuk  menjaga keseimbangan dan akan menjadi cepat lelah. Posisi ini baik  sekali untuk latihan dan membangkitkan stamina.  

Teknik Loncat  
Olahraga motocross mempunyai ciri khas dengan lompatan maupun jalan di  tempat yang berpasir maupun gundukan. Bagaimana mengemudi di jalan  demikian? Bila tanah mendaki dan menurun secara wajar, buka pedal gas  dan jalan sebagaimana di jalan raya. Melompat di atas tanah yang agak  berbukit, dilalui dengan badan yang agak membungkuk ke muka, bebankan  berat badan pada roda depan. Berlawanan dengan melompat jalan yang  menurun (lebih rendah), motor digas dan badan ditarik ke belakang  sedikit, lalu stang ditarik sedikit.  Bila melompat dalam keadaan tersentak-sentak, kurangi kecepatan dan  badan bagian atas ditarik ajak ke belakang supaya mendarat dengan ban  belakang. Manfaatkan bantuan lutut. Seandainya hendak mendaki bukit,  sorongkan berat badan ke muka. Bila perlu pakai gigi rendah, dua atau  satu. Sedang kalau menuruni bukit kebalikannya, geser berat badan ke  belakang, gunakan gas dan rem sesekali.  

Tikungan
Prinsip dasarnya adalah kalau masuk jalan perlahan dan keluar dengan  cepat. Jangan turunkan kaki di tikungan bila tidak perlu benar. Di  tikungan ke kiri, posisi badan berlawanan yaitu ke kanan. Begitu juga  pada tikungan ke kanan, sorongkan badan ke kiri.  Seandainya memerlukan kaki untuk diturunkan, caranya yaitu posisi kaki  diturunkan lurus. Sedangkan kaki yang tidak diturunkan menjepit tangki.  Misalnya ingin menikung ke kanan, kaki yang diturunkan dengan lurus  adalah kaki kanan, sedangkan kaki kiri menekan tangki dengan badan  memiring ke kiri.  

Nah dengan memperhatikan tekniknya, Anda bisa mencoba olahraga  mengasyikkan ini. Selamat berlatih...

2 comments:

Terimakasih atas kunjungan Anda.
Kalau Anda menyukai Blog ini, tolong tinggalkan komentar yach...